Rahimnya Infeksi Hingga Bengkak Akibat KB Suntik, Ibu Ini Peringatkan Bahaya Jalani KB Tidak Haid


Meski memiliki tujuan yang baik, alat kontrasepsi yang menjadi bagian dari program
Keluarga Berencana (KB) pada kenyataannya juga memiliki efek samping. Bahkan
dalam beberapa kasus, efek samping yang muncul bisa sangat berbahaya. Masih ingat dengan kisah seorang wanita berusia 25 tahun yang mengalami hal yang
sungguh mengerikan setelah dirinya memasang alat kontrasepsi IUD?
Wanita asal Baltimore, Amerika Serikat, bernama Tanai Smith harus kehilangan jari,
indung telur, bahkan rahim setelah menjalani prosedur KB tersebut.
Nah, kasus wanita yang mengalami efek buruk setelah menjalani prosedur KB,
ternyata juga terjadi di Indonesia.
Kisah ini sempat viral pada penghujung Desember 2017 dikisahkan sendiri oleh
seorang ibu muda bernama Mey Erlyn. Tentu saja kisah ini sendiri bukan bertujuan
untuk menakut-nakuti, namun agar kita semakin waspada ketika akan menjalani
prosedur KB.
Berikut ini kisah lengkapnya.
"Untuk perempuan-perempuan di luar sana yang belum mengalami apa yang saya
rasakan mohon lebih hati-hati memilih alat KB yang akan dipakai jika setelah
melahirkan.
Hingga sebulan berlalu saya belum haid juga, mungkin dampak dari kb suntik jadi
hormon belum stabil . sy masih cuek karna banyak yg bilang kalau kb suntik 3 bulan
yg gk haid lama mengembalikan masa suburnya.
Hingga akhir bulan AGUSTUS 2017 haid pun tak kunjung datang. Padahal kalau di
hitung dari sy lepas kb bulan FEB-AGUTS udah 8 bulan. Tapi belum haid sampai
sekarang.
Sudah 3 hari ini saya merasakan sakit banget bagian bawah perut dan keputihan
banyak padahal saya tidak pernah keputihan selama kb suntik. Lalu sore tadi saya
memeriksakan ke dokter spesialisSaat saya masuk ke ruangan dokter, dokter
menanyakan beberapa pertanyaan. Berikut bercakapan saya dan dokter :
Dokter : Selamat sore ? Apa yg d keluhkan bu ?
Saya : Sore dok . ini dok perut saya bagian bawah sakit bget kenapa y dok .
Dokter : Menanyakan beberapa pertanyaan .
Saya : Menjawab beberapa pertanyaan dr dokter
Dokter : Menyuruh saya untuk berbaring d tempat tidur untuk d periksa d usg
Saya seorang ibu mempunyai anak 1, saya melahirkan secara ceasar pada bulan MEI
2014. Lalu setelah saya masa nifas habis pada bulan JUNI 2014 saya memutuskan
untuk kb suntik 1 bulan. Saat itu masih normal haid sebulan sekali.
Kemudian bulan berikutnya saya pergi ke bidan lagi untuk kb, tapi bidan
menyarankan untuk kb suntik 3 bulan. Karena saya sedang menyusui, sebab kb
suntik 3 bulan yg bagus untuk ibu menyusui.
Waktu demi waktu berlalu setiap 3 bulan sekali saya kb suntik tidak haid sama sekali
hingga anak saya umur 3 tahun .
Lalu saya berencana ingin menambah momongan. Dan pada awal bulan FEBRUARI
2017 saya lepas kb suntik.
Saya : Saya berbaring kandungan untuk konsultasi penyebab sakit y bagian bawah
perut.
Saat saya masuk ke ruangan dokter, dokter menanyakan beberapa pertanyaan.
Berikut bercakapan saya dan dokter :
Dokter : Selamat sore ? Apa yg d keluhkan bu ?
Saya : Sore dok . ini dok perut saya bagian bawah sakit bget kenapa y dok
Dokter : Menyuruh saya untuk berbaring d tempat tidur untuk d periksa d usg
Saya : Saya berbaring
Lalu perawat membuka sedikit baju saya bagian perut
Dokter :mulai memeriksa dengan alat usg. Lalu dokter menunjukan ada pembekakan
d dalam rahim saya yg terinveksi.
Saya : kaget sedih campur aduk lah . . melihat gambar usg yg d tunjukan dokter .
Kemudian saya kembali duduk di kursi depan dokter.
Dokter berkata " harus d bersihan dulu baru d obatin "
Besok senin tgl 4 SEPTEMBER 2017 datang ke ugd y untuk melakukan tindakan
medis pembersihan rahim .
Saya bertanya ke dokter :
Kenapa bisa infeksi pembekakan rahim y dok ??
Dokter menjawab :
Karena darah kotor tidak keluar selama itu 3 tahun lebih . makanya membuat
bengkak rahim y .
kalau kondisi ibu seperti ini enggak bakalan bisa hamil. Harus dibersihin dulu
rahimnya ibu .
Dalam pikiran ya allah hanya karna KB SUNTIK saya harus melakukan operasi lagi
..='( ='( *Tear* *Tear*
Ternyata bahayanya KB suntik jika tidak haid sama sekali.
Pembelajaran terutama buat saya, harus lebih hati-hati lagi memilih KB.
Untuk perempuan di luar sana yg belum pernah mengalami apa yang saya rasakan
mohon untuk lebih hati2 dan selektif menggunakan kb suntik
Mohon maaf jika ada kata-kata yang mungkin salah karna kesempurnaan hanya
milik Allah."
Meskipun pengalaman ini tak bisa menjadi acuan pasti mengenai KB suntik.
Namun, KB suntik telah bekerja secara efektif hingga 90 persen lebih.
Sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter dan lakukan pemeriksaan rutin
mengenai KB yang dilakukan. (*)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Rahimnya Infeksi Hingga Bengkak Akibat KB Suntik, Ibu Ini Peringatkan Bahaya Jalani KB Tidak Haid"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel